Business Strategi Jitu Meningkatkan Brand Awareness

Strategi Jitu Meningkatkan Brand Awareness


Bagaimana cara meningkatkan brand awareness? Tentunya, penting bagi semua perusahaan untuk memiliki brand awareness yang tinggi. Bila suatu brand memiliki banyak hal bagus yang dia tawarkan, tetapi tidak banyak orang tahu mengenai hal tersebut, yang sudah dipunya oleh brand itu akan cenderung sia-sia.

Saat membangun brand awareness, resep utamanya adalah melakukan hal-hal relevan dan secara berulang untuk menyampaikan tentang brand kita terhadap audiens yang ditargetkan. Namun, perlu diperhatikan juga, dalam meningkatkan brand awareness, kita sebaiknya tidak melakukan spam terhadap audiens, sebab hal itu malah dapat berbalik menjadi serangan.

Lantas, langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan brand awareness?

Ada beberapa cara efektif menaikkan brand awareness. Mari kita bahas satu persatu.

 

Content Marketing

Tentu, melakukan pemasaran lewat konten dapat meningkatkan brand awareness. Namun, apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Memproduksi Konten secara Reguler

Konten yang baru perlu dibuat secara teratur atau berkala untuk menaikkan nilai Search Engine Optimization (SEO) kita. Hal ini juga berarti menaikkan kemungkinan kita ditemukan di internet. Bila konten yang dibuat teroptimisasi, kemungkinan calon pembeli menemukannya juga akan semakin besar.

Selain menulis blog secara konsisten, mem-posting konten sosial media dengan konsisten juga menjadi salah satu cara meningkatkan brand awareness. Semakin sering dan semakin terspesifikasi konten dapat membuat calon pembeli tambah mengenal brand kita.

2. Konten yang Visual

Berdasarkan data, konten yang visual menaikkan keinginan audiens untuk membacanya. Oleh sebab itu, perlu diperhatikan memberikan visual menarik di dalam suatu postingan. Konten yang mengedepankan visual juga dapat berupa infografis yang berisi informasi berguna bagi audiens. Selain itu, konten dapat berupa presentasi, webinar, atau video YouTube singkat.

3. Memberikan Demo, Trial, Sampel

Hal-hal yang tidak berbayar alias gratis tentu menarik bagi kebanyakan orang. Sebagai perusahaan, kita bisa menawarkan yang gratis dan juga berguna bagi audiens. Seperti penggunaan produk atau jasa dalam waktu terbatas ataupun pembagian sampel produk. Dengan ini, brand awareness dapat semakin meningkat.

4. Konten Interaktif

Konten interaktif punya kemungkinan tinggi untuk dibagikan oleh audiens dan akan menjangkau audiens lebih banyak lagi. Konten interaktif ini menjadi media audiens berinteraksi secara langsung dengan kita. Kontennya dapat berupa pertanyaan, checklist, survei, form isian, dan lain-lain.

5. Mengadakan Giveaway

Lewat giveaway, kita bisa sekaligus menaikkan engagement terhadap postingan yang telah dibuat. Hal ini melalui syarat keikutsertaan peserta giveaway. Menggunakan hadiah, kita bisa menarik audiens.

6. Menyertakan Tagar dan Mention

Agar eksposur semakin meningkat, kita perlu mencantumkan tagar-tagar sesuai yang juga akan mengantarkan kita pada audiens yang lebih banyak. Tagar yang perlu kita bidik sebaiknya bukan tagar dengan postingan sangat banyak. Lebih baik membidik tagar yang banyak dicari tapi juga tidak banyak postingan lain yang menggunakan tagar tersebut. Melakukan mention atau tag juga membuat orang tersebut langsung mengetahui mengenai postingan kita. Bila mereka me-repost-nya, audiens kita pun bertambah pada ranah followers mereka.

 

Networking

1. Sistem Referral

Berikan kode referral yang dapat dibagikan oleh pengguna atau influencer kepada audiens lain. Pengguna akan senang bila mendapatkan keuntungan dari kode referral-nya, jadi dia akan membagikan kode tersebut kepada teman atau pengikut sosial medianya.

2. Partnership dengan Industri Lain

Bersama perusahaan lain, kita bisa saling menambahkan audiens baru dari ranah masing-masing. Hal ini dilakukan lewat kerja sama. Kita dapat membuat produk cross brand sebagai upaya meningkatkan brand awareness.

3. Keterlibatan Komunitas

Komunitas punya kedekatan tersendiri bagi antaranggota mereka. Oleh sebab itu, melibatkan komunitas di brand kita mampu membuat brand terasa lebih dekat. Kita juga dapat mendengarkan pendapat-pendapat komunitas demi perkembangan brand yang lebih baik.

4. Bagikan Berita lewat Publikasi Lain

Ketika memiliki berita tentang perusahaan, brand, atau produk, kita bisa juga mengeluarkan press release untuk media-media yang ada, di luar media milik kita, sehingga publikasi mengenai hal tersebut semakin luas.

 

Penawaran Eksklusif

1. Batas Waktu Penawaran

Berikan diskon atau hadiah spesial yang waktunya terbatas dan audiens juga perlu tahu mengenai batas waktu tersebut sehingga mereka dapat merasakan urgensinya.

2. Hadiah untuk Pembeli

Tetapkan freebies misalnya bagi pembeli yang telah berbelanja sebanyak x rupiah selama satu tahun, atau telah bersama dengan brand kita selama 5 tahun, dan sebagainya.

3. Keuntungan bagi Anggota

Bila pembeli menjadi anggota, tentu akan lebih mudah menyampaikan pada mereka hal-hal baru mengenai brand kita. Jadi, penting untuk membuat mereka menjadi anggota. Hal ini bisa dengan menjanjikan keuntungan-keuntungan bila mereka menjadi anggota.

 

Cara Terjitu Meningkatkan Brand Awareness

Selain hal-hal di atas, brand awareness juga bisa ditingkatkan lewat aplikasi mobile di mana brand dapat berinteraksi dengan pengguna. Bila menggunakan sosial media, interaksi dengan audiens terbatas pada fitur-fitur yang ada di sana. Namun, bila brand punya aplikasi sendiri, tentu bisa disesuaikan fitur apa yang perlu dibuat dan ditampilkan.

Untuk itu, sangat penting bagi brand membangun aplikasinya sendiri atau melakukan mobile app development. Dengan aplikasi sendiri, brand dapat lebih meng-engage audiens yang ditargetkan.

Hal-hal tentang cara meningkatkan brand awareness yang telah disebutkan di atas, seperti penjualan dalam waktu terbatas; konten yang konsisten; keuntungan untuk member; dan lain-lain, juga dapat diangkat lewat aplikasi yang dimiliki sendiri. Sehingga, semua menjadi terpusat dan mudah untuk menginformasikannya terhadap audiens.

Aplikasi seperti apa yang bisa meningkatkan brand awareness? Serta, bagaimana cara membuatnya?

GITS Indonesia telah men-develop berbagai macam aplikasi. Tidak hanya aplikasi untuk internal perusahaan klien atau enterprise application. Kami juga telah melakukan mobile app development bagi perusahaan-perusahaan dengan tujuan aplikasi mobile tersebut digunakan oleh end-user publik. Salah satu maksudnya adalah agar brand awareness dari produk perusahaan tersebut semakin tinggi.

Born to Sweat, Mobile App yang Dibuat GITS Indonesia bersama Pocari Sweat

Contoh aplikasinya adalah Born to Sweat bersama perusahaan Ai Otsuka yang menaungi Pocari Sweat. Aplikasi ini berupa running tracker yang bisa dipakai pengguna publik sehari-hari. Selain itu, dipakai di event lari internasional tahunan Pocari Sweat. Aplikasi Born to Sweat berhasil berjalan lancar ketika digunakan ratusan ribu orang pada event tersebut.

JRku, Mobile App yang Dibuat GITS Indonesia bersama Jasa Raharja

Selain Born to Sweat, ada pula aplikasi JRku — Jasa Raharja yang di-develop oleh GITS Indonesia bersama Jasa Raharja. Aplikasi ini diperuntukkan bagi orang-orang yang punya kendaraan dan perlu membayar iuran wajib kendaraan mereka. Dengan aplikasi JRku — Jasa Raharja, publik dimudahkan karena dapat melakukan hal tersebut lewat ponsel dan tidak perlu datang langsung. Proses penguangan asuransi kecelakaan pun lebih praktis. Lewat aplikasi ini, brand awareness orang-orang terhadap Jasa Raharja semakin tinggi.

Itu adalah contoh dari aplikasi yang pernah dibangun oleh GITS Indonesia. Tentu, kami siap membantu meningkatkan brand awareness terhadap perusahaan Anda dengan membuat mobile app sejenis dan tidak menutup kemungkinan untuk mobile app jenis lainnya pula.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More articles

Latest article

Implementasi REST API di iOS Development menggunakan Alamofire dan SwiftyJSON

iOS Development – Tentang REST API Bagi seorang developer, mungkin sudah tidak asing lagi...

GITS Expert Talks: Guide to Building a Learning Organization

In 1995, Peter Senge coined the term of a Learning Organization. He defines it as a company that facilitates learning of its...

GITS Webinar: How to Build UI UX Portfolio that Stand Out

Apa saja yang harus disiapkan UI/UX designer dalam membuat portfolio? Setelah kamu membuat UI design, lalu bagaimana cara mendokumentasikan...

12 Pelajaran dalam GITS 12 Tahun

GITS genap berumur 12 tahun pada 13 September ini. Ini juga tandanya saya sudah 2 tahun lebih 1...

Customer Loyalty Program yang Cocok untuk Masa Pandemi COVID-19

Customer loyalty program atau program loyalitas kepada pelanggan adalah tentang bagaimana menghargai pelanggan. Kemudian, pada akhirnya, pelanggan yang...