Masa Depan E-commerce: Pra dan Pasca Pandemi

  • *Platform
  • Masa Depan E-commerce: Pra dan Pasca Pandemi
Masa Depan E-commerce: Pra dan Pasca Pandemi

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini e-commerce menjadi salah satu bagian penting dari kehidupan manusia. Seiring perkembangan teknologi aktivitas belanja yang dahulu dilakukan secara manual saat ini dapat dilakukan secara online atau melalui internet.

Dalam e-commerce, transaksi bisnis dilakukan secara elektronik, melibatkan pertukaran data dan pembayaran melalui jaringan komputer, terutama internet. Ini memungkinkan konsumen untuk berbelanja barang dan layanan, serta melakukan transaksi keuangan, tanpa perlu pergi ke toko fisik atau melakukan kontak langsung dengan penjual.

Pandemi yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu membawa perubahan yang signifikan terhadap perilaku konsumen dalam belanja.

Keadaan E-Commerce Pra dan Pasca Pandemi

E-commerce, yang dulu dipandang sebagai inovasi yang menarik, telah tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi global, terutama dalam konteks pandemi COVID-19. Sebagai industri yang memfasilitasi pembelian dan penjualan barang dan jasa secara online, e-commerce telah membentuk pola baru dalam perilaku konsumen.

Sebelum pandemi dan bahkan lebih jelas lagi pasca pandemi, tren-tren ini akan terus membentuk masa depan e-commerce dengan cara yang mendalam.

1. Pra Pandemi

Sebelum pandemi, e-commerce mengalami pertumbuhan yang stabil namun perlahan. Pembeli lebih memilih untuk berbelanja di toko fisik dan memeriksa produk secara langsung sebelum membeli. Pembelian online umumnya hanya berfokus pada barang-barang tertentu seperti pakaian, gadget, atau barang-barang eksklusif.

2. Pasca Pandemi

Ketika pandemi COVID-19 melanda dunia, penguncian dan pembatasan sosial menyebabkan ledakan luar biasa dalam pembelian online. Konsumen yang sebelumnya enggan untuk berbelanja online mendapati diri mereka membeli sebagian besar barang dan jasa mereka melalui platform e-commerce.

Hal ini tidak hanya mencakup barang-barang umum seperti pakaian dan peralatan elektronik, tetapi juga makanan, obat-obatan, dan bahkan layanan kesehatan.

Digital Transformasi Pasar atau Consumer Goods

Tahukan Anda bahwa pandemi yang terjadi beberapa waktu yang lalu ternyata juga membawa dampak pada digita transformasi.Digital transformasi dalam pasar Consumer Goods telah mengubah cara perusahaan beroperasi dan bagaimana konsumen berinteraksi dengan merek dan produk.

Dua aspek utama dalam transformasi ini adalah kenyamanan dan aksesibilitas.

1. Kenyamanan

Digitalisasi telah memungkinkan konsumen untuk berbelanja produk Consumer Goods secara online dengan cepat dan mudah. Mereka dapat melakukan pembelian dari kenyamanan rumah mereka, tanpa harus pergi ke toko fisik. Ini memberikan tingkat kenyamanan yang tinggi karena pengguna dapat menjelajahi berbagai pilihan produk, membaca ulasan, dan melakukan pembelian kapan saja.

Digitalisasi juga memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data konsumen dan menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menyajikan rekomendasi produk yang disesuaikan dengan preferensi individu konsumen. Ini meningkatkan pengalaman berbelanja dan dapat mendorong pembelian impulsif.

Inovasi dalam logistik dan pengiriman, termasuk penggunaan layanan pengiriman on-demand dan penggunaan drone atau kendaraan otonom, telah meningkatkan kemudahan dan kecepatan pengiriman produk kepada konsumen.

2. Aksesibilitas

Dalam dunia digital, konsumen memiliki akses ke berbagai produk dari berbagai merek dan produsen, bahkan produk-produk yang mungkin tidak tersedia di wilayah geografis mereka. Ini meningkatkan aksesibilitas terhadap barang konsumen yang beragam.

E-commerce memungkinkan perusahaan Consumer Goods untuk menjual produk mereka ke pasar global dengan lebih mudah. Ini memberikan peluang besar bagi bisnis untuk memperluas jangkauan mereka dan mencapai pelanggan di berbagai belahan dunia.

Masa Depan E-Commerce

Pasca pandemi COVID-19, e-commerce telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar platform belanja online. Dalam menanggapi kebutuhan dan preferensi yang semakin kompleks dari konsumen, masa depan e-commerce akan didominasi oleh dua faktor kunci:

  • Pesonalisasi : Personalisasi dalam e-commerce telah mengalami kemajuan pesat, namun masa depannya menjanjikan perubahan yang lebih mendalam dan signifikan dalam cara konsumen berinteraksi dengan merek dan produk. Inovasi teknologi dan pendekatan baru terhadap data akan membentuk masa depan personalisasi e-commerce.
  • Pengalaman Pelanggan : Masa depan e-commerce menjanjikan pengalaman pelanggan yang lebih mendalam, personal, dan interaktif. Perkembangan teknologi dan perubahan dalam perilaku konsumen akan membentuk pengalaman belanja online.

Tantangan yang Dihadapi E-Commerce (Disrupsi Ritel)

E-commerce telah membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama ketika bersaing dengan ritel tradisional.

Disrupsi ritel tradisional adalah tantangan yang signifikan bagi e-commerce, meskipun juga merupakan peluang besar. Berikut adalah beberapa cara di mana disrupsi ritel tradisional dapat menjadi tantangan bagi e-commerce:

1. Basis Pelanggan yang Mapan

Ritel tradisional seringkali memiliki basis pelanggan yang mapan dan setia. Mengubah perilaku belanja pelanggan yang telah terbiasa dengan toko fisik menjadi pelanggan e-commerce yang setia memerlukan upaya besar dalam membangun kepercayaan dan memberikan pengalaman yang superior.

2. Pengalaman Belanja yang Personal

Ritel tradisional dapat memberikan pengalaman belanja yang sangat personal dengan dukungan dari penjual fisik yang membantu pelanggan memilih produk. E-commerce harus berusaha keras untuk menciptakan pengalaman belanja online yang serupa, misalnya melalui asisten virtual dan layanan pelanggan yang responsif.

3. Keterbatasan Sentuhan Manusia

Ada situasi di mana keberadaan manusia dalam proses penjualan fisik memberikan nilai tambah yang tidak dapat disamai oleh e-commerce. Misalnya, dalam penjualan barang seni, furnitur, atau pakaian khusus, sentuhan personal seorang penjual fisik seringkali sangat penting.

Masa Depan E-commerce: Pra dan Pasca Pandemi

Implementasi Penggunaan Teknologi dalam Pengembangan E-Commerce

Implementasi teknologi dalam pengembangan e-commerce adalah kunci untuk menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, dan membangun kepercayaan pelanggan.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana teknologi digunakan dalam pengembangan e-commerce:

Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dan Analisis Data

Algoritma AI menganalisis riwayat pembelian dan perilaku pencarian pelanggan untuk memberikan rekomendasi produk yang disesuaikan dengan preferensi mereka.

AI juga dapat memprediksi tren belanja dan preferensi pelanggan di masa depan, membantu e-commerce merencanakan persediaan dan kampanye pemasaran dengan lebih cerdas.

Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

Pelanggan dapat mencoba produk secara virtual, misalnya pakaian atau produk furnitur, sebelum membeli, meningkatkan kepercayaan dan pengalaman berbelanja. Selain itu pengguna dapat melihat produk dari berbagai sudut dengan bantuan teknologi VR, memberikan pengalaman yang mendalam dan mendetail.

Implementasi teknologi dalam pengembangan e-commerce adalah kunci untuk menciptakan pengalaman belanja yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, dan membangun kepercayaan pelanggan. Berikut adalah beberapa contoh bagaimana teknologi digunakan dalam pengembangan e-commerce:

Internet of Things (IoT)

Sensor IoT dapat digunakan untuk memantau persediaan produk secara real-time, mengidentifikasi barang yang hampir habis atau memperkirakan waktu restock yang tepat. IoT juga dapat berperan  membantu dalam pelacakan dan manajemen pengiriman dengan memantau lokasi dan keadaan barang selama pengiriman, memastikan kecepatan dan keamanan pengiriman.

Pembayaran Digital dan Keamanan

Teknologi pembayaran digital memungkinkan pembayaran yang cepat dan mudah, meningkatkan kecepatan proses check-out dan mengurangi tingkat pembatalan transaksi.

Penggunaan Biometrik untuk keamanan juga bisa menjadi salah satu opsi peningkatan proteksi perlindungan data bahkan hingga saat proses pembayaran. Macam-macam biometrik meliputi sidik jari, wajah, suara, dan tanda tangan.

Chatbots dan Asisten Virtual

Chatbots yang cerdas memberikan dukungan pelanggan sepanjang waktu, memberikan jawaban cepat terhadap pertanyaan pelanggan dan mengatasi masalah yang umum dihadapi pelanggan. Asisten virtual mampu menggunakan AI untuk memahami kebutuhan pelanggan dan memberikan layanan pelanggan yang sangat personal melalui obrolan atau email.

Ready-to-use Platform E-Commerce dari GITS.ID

Pandemi global telah membawa perubahan mendalam dalam perilaku belanja manusia. Dunia telah melihat lonjakan pesat dalam penggunaan e-commerce selama masa pandemi, yang tidak hanya mengubah cara kita berbelanja, tetapi juga membuka jalan untuk masa depan yang menjanjikan.

Bagi Anda yang berminat untuk mengembangkan sebuah platform untuk e-commerce, Anda dapat bekerja sama dengan GITS.ID dalam mewujudkannya. Kami adalah sebuah perusahaan IT dengan servis yang beragam dan mencakup industri besar seperti consumer goods, healthcare, hingga supply chain. Salah satu solusi yang kami tawarkan yaitu ready-to-use platform e-commerce yang siap dipakai dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Segera hubungi kami untuk mendapatkan bantuan mengembangkan bisnis Anda.

CONTACT US

Do you have a new project?

Come tell us what you need! Fill out this form and our solution team will response to your email by maximum of 1×24 workday.

Indonesia

Head Office

Summarecon Bandung, Jl. Magna Timur No.106, Bandung, 40296

Whatsapp (chat only)

0812-4589-1200

North America

Branch Office

166 Geary Str STE 1500 #1368, San Francisco, CA 94108, United States