Untuk Website dan Mobile Application Development, 4 Hal Ini Agar Menunjang Digital Accessibility

Kita telah membahas apa yang dimaksud digital accessibility. Serta, mengapa penting bagi perusahaan untuk memperhatikannya. Kali ini, adalah bahasan tentang penerapan digital accessibility pada website development dari Web Accessibility Initiative (WAI). Hal-hal ini pun dapat diterapkan pada mobile application development, desktop software development, dan lain-lain.

WAI mengatakan, ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan digital accessibility. Beberapa hal akan cukup mudah di-develop atau diimplementasikan. Beberapa lainnya memerlukan waktu lebih banyak untuk dipelajari terlebih dahulu.

Baca juga: Apa Itu Mobile Application Development dan Website Development yang Memperhatikan Digital Accessibility

Di sini, kita akan membahas hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan digital accessibility:

  • Penerimaan informasi dan tampilan user interface yang mendukung digital accessibility
  • Tampilan yang dapat dioperasikan dan navigasi
  • Informasi dan tampilan yang bisa dipahami
  • Konten dapat diintegrasi sesuai kebutuhan

Penerimaan Informasi dan Tampilan User Interface yang Mendukung Digital Accessibility

Dari segi tampilan, para website developer; mobile developer; maupun tim lain, perlu memperhatikan bisa atau mudah diterimakah informasi yang ditampilkan. Hal ini meliputi alternatif teks untuk konten-konten yang bukan berupa teks. Misalnya, memberikan teks singkat yang sesuai dengan suatu gambar; ikon; juga tombol. Selanjutnya, memberikan deskripsi terhadap grafik maupun diagram. Untuk konten seperti video atau audio, kita perlu menambahkan deskripsi jelas mengenai file tersebut.

Terkait tampilan pula, bisa kita tambahkan caption atau alternatif untuk multimedia. Misalnya, bila ada audio, disertakan transkripnya. Bisa juga dibantu oleh peragaan bahasa isyarat. Untuk video, bisa ditambahkan audio yang menceritakan visual video tersebut.

Cara konten dipresentasikan juga perlu diperhatikan. Karena kebutuhan user bisa berbeda, baiknya presentasi konten bisa dikustomisasi. Hal-hal ini seperti struktur konten; urutan informasi atau instruksi mengikuti masing-masing presentasi yang dipilih, browser dan aplikasi atau teknologi yang menyertai bisa mendukung kustomisasi presentasi.

Tampilan atau user interface yang kita buat perlu menampilkan konten secara jelas atau mudah dibedakan. Misalnya, menggunakan warna kontras antara foreground dengan background-nya, tidak menggunakan warna sebagai alat pembeda konten, ketika teks diperbesar; tidak ada yang menjadi tidak kelihatan. Dari segi audio, misalnya, audio background bisa diperkecil atau dihilangkan; pengguna juga dapat mem-pause audio.

Tampilan yang Dapat Dioperasikan dan Navigasi

Untuk mewujudkan digital accessibility, website developer; mobile developer; dan tim lain, perlu memperhatikan bagaimana pengguna mengoperasikan website atau mobile application tersebut. Hal ini meliputi, fungsionalitas yang disediakan dari keyboard, sebab tidak semua user memakai mouse.

Konten yang kita tampilkan juga sebaiknya disediakan terhadap user dalam waktu yang cukup. Dengan kata lain, tidak menghilang ketika user sekiranya belum selesai membaca.

Konten pada website atau mobile application juga baiknya tidak memicu “keterkejutan” bagi pengguna. Seperti, cahaya flash tanpa pemberitahuan.

Website atau mobile application juga perlu ditampilkan secara baik user user experience-nya. Agar, pengguna mudah melakukan navigasi; menemukan konten; dan tahu dia sedang berada di bagian mana.

Informasi dan Tampilan yang Bisa Dipahami

Berikan informasi yang bisa terbaca dan mudah bagi pengguna untuk memahaminya. Konten juga dimunculkan dalam cara yang dapat diprediksi user. Demikian pula dengan cara pengoperasiannya. User juga dibantu untuk menghindari kesalahan ataupun memperbaikinya.

Konten Dapat Diintegrasi Sesuai Kebutuhan

Karena pengguna bisa saja menggunakan atau membutuhkan tools khusus untuk mengakses konten, konten perlu disiapkan agar bisa bekerja baik dengan kakas tersebut. Sehingga, user tetap dapat mengakses konten sebaiknya.

Itu dia sebagian hal yang perlu website developer; mobile developer; maupun tim lainnya, untuk melakukan website development; mobile application development; atau desktop software development, yang mendukung digital accessibility.


Untuk menjadi developer baik, tentu dibutuhkan skill coding. Namun, ada lagi selain itu. Ketahui di halaman Insight ini.


Jacqueline adalah bagian dari tim Marketing GITS.ID.


admin1
GITS Indonesia menyediakan solusi IT bagi perusahaan Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More articles

Latest article

Implementasi REST API di iOS Development menggunakan Alamofire dan SwiftyJSON

iOS Development – Tentang REST API Bagi seorang developer, mungkin sudah tidak asing lagi...

GITS Expert Talks: How to Build a Learning Organization

In 1995, Peter Senge coined the term of a Learning Organization. He defines it as a company that facilitates learning of its...

GITS Webinar: How to Build UI UX Portfolio that Stand Out

Apa saja yang harus disiapkan UI/UX designer dalam membuat portfolio? Setelah kamu membuat UI design, lalu bagaimana cara mendokumentasikan...

12 Pelajaran dalam GITS 12 Tahun

GITS genap berumur 12 tahun pada 13 September ini. Ini juga tandanya saya sudah 2 tahun lebih 1...

Customer Loyalty Program yang Cocok untuk Masa Pandemi COVID-19

Customer loyalty program atau program loyalitas kepada pelanggan adalah tentang bagaimana menghargai pelanggan. Kemudian, pada akhirnya, pelanggan yang...