Metodologi agile dalam application development, baik itu aplikasi mobile maupun lainnya, disebut sangat bagus untuk diterapkan. Sebab, agile membuat proyek berjalan dalam banyak iterasi dan deliverable beberapa kali. Dengan agile, versi Minimum Viable Product bisa lebih cepat diluncurkan. Namun, dalam pelaksanaannya, terkadang ditemui masalah-masalah. Apa saja masalah itu? Serta, bagaimana solusinya?

Berikut masalah saat menerapkan metodologi agile pada application development:

  • Kurang Memahami Metodologi Agile
  • Sumber Daya Developer dan Lainnya yang Terbatas
  • Klien IT Consultant Digital Agency yang Tidak Menyukai Metodologi Agile

 

Kurang Memahami Metodologi Agile

Pahami dengan benar dan implementasikan. Dengan metodologi agile, Anda dan tim harus dapat mengatur diri sendiri dengan mengetahui tanggung jawab anggota tim. Selalanjutnya, Anda dan tim memantau dan memastikan bahwa hal itu benar-benar dilakukan. Solusi dari masalah ini adalah buat catatan; Rencana, Lakukan, Periksa Proses dan Hasilnya, Lakukan, Perbaiki, dan Ulangi.

 

Sumber Daya Developer dan Lainnya yang Terbatas

Masalah selanjutnya, keterbatasan jumlah anggota tim dalam mengerjakan proyek. Solusi dalam metodologi agile adalah anggota tim diharapkan terampil, dapat berperan ganda, serta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan pergantian proyek.

 

Klien IT Consultant Digital Agency yang Tidak Menyukai Metodologi Agile

Ada beberapa perusahaan yang beranggapan metodologi agile membuat hasil pekerjaan menjadi lama. Klien terkadang meminta perubahan secepatnya secara mendadak. Solusinya, yakni buat perkiraan waktu, daftar pekerjaan, definisi penyelesaian yang jelas dan disepakati bersama klien. Jika hal ini belum berhasil, maka perlu berkompromi, membicarakannnya, memahami apa yang klien inginkan dan buat mereka mengerti bagaimana Anda dan tim dapat melakukan yang lebih baik.

 

Itu adalah masalah yang mungkin ditemui saat melakukan metodologi agile pada mobile application development atau proses development lainnya. Serta, solusi-solusi untuk memecahkan masalah tersebut.

 

Tim GITS Indonesia telah akrab melakukan metodologi agile sehingga masalah-masalah tadi sudah diminimalisir. Lebih lanjut tentang salah satu proyek kami, bersama Toyota, dapat diakses di sini.


 

Novita adalah bagian dari Marketing dan Ryvaldie adalah Agile Coach di GITS Indonesia.