Project Management Minimum Viable Product dalam Pengembangan Aplikasi Mobile; Seperti Apa?

Minimum Viable Product dalam Pengembangan Aplikasi Mobile; Seperti Apa?

Di Pengembangan Aplikasi Mobile, Apa Sebenarnya Minimum Viable Product (MVP)?

Pengembangan aplikasi mobile di startup atau perusahaan dari sebuah ide hingga bisa dikembangkan tentunya perlu dipikirkan proses pengembangan aplikasinya dan peluncuran Minimum Viable Product atau MVP.

Namun, apakah Anda yakin MVP yang diluncurkan selalu layak dan memiliki nilai bagi pelanggan? Banyak yang salah mengartikan MVP sebagai prototype, pilot, atau PoC. Jika hal ini terjadi, MVP yang diluncurkan mungkin tidak akan membawa nilai yang diharapkan kepada pelanggan dan tidak memotivasi mereka untuk menggunakannya. Peran product owner sangat penting dalam menentukan road map produk dan memastikan MVP benar-benar layak dan memiliki nilai bagi pelanggan potensial.

[Baca juga: Things You Really Have to Know about Enterprise Application Development]

 

Bagaimana Memastikan Produk Bernilai dari Pengembangan Aplikasi Mobile

Hal penting lainnya yang perlu Anda pastikan dalam pengembangan aplikasi mobile  jika ingin memiliki nilai lebih dari produk atau jasa yang dimiliki adalah dengan menawarkan kualitas yang lebih baik dari pesaing dengan harga yang sama atau harga wajar yang berbeda.

Produk dengan kualitas yang baik dapat memuaskan pelanggan. Dengan demikian, pelanggan akan memahami nilai produk dan layanan Anda. Mereka juga dengan senang untuk membagikan pengalaman yang mereka rasakan ketika menggunakan produk atau jasa Anda. Dalam hal ini, Anda berhasil menemukan apa yang diinginkan oleh pelanggan.

Produk yang dicintai oleh pelanggan banyak mendatangkan keuntungan. Visi dari pembuatan produk atau jasa dapat terwujud dan Anda juga dapat berkontribusi dalam mengubah dunia.

 

Mengapa Penting Menentukan Minimum Viable Product (MVP) untuk Aplikasi

Pertimbangan dalam membuat MVP adalah waktu pengembangannya yang relatif singkat dan tentunya dapat menekan biaya produksi. Anda dapat meningkatkan efisiensi biaya pengembangan aplikasi karena produk yang dikembangkan memiliki spesifikasi minimum tetapi mampu melayani kebutuhan utama dari pelanggan dengan hasil yang maksimal.

Anda akan mendapatkan feedback dari pelanggan dengan cepat sehingga dapat memastikan pengembangan aplikasi sudah sesuai dengan tujuan bisnis dan menambah nilai bisnis bagi perusahaan.

[Baca juga: What Jasa Raharja Says about Having a Mobile Application Development with Us]

 

Bagaimana Membangun MVP untuk Aplikasi

Membangun MVP untuk Aplikasi dengan Riset Pelanggan secara Komprehensif

Semakin cepat sebuah produk dari pengembangan aplikasi mobile sampai ke pelanggan, semakin cepat juga Anda dapat mengumpulkan dan menganalisis respons dari pelanggan. Hal ini menjadi keuntungan besaruntuk memahami situasi pasar. Jika MVP yang diluncurkan tidak mendapatkan respons yang baik dari pelanggan, Anda memiliki kesempatan untuk mempertimbangkan kembali fitur dan konsep untuk memperbaiki atau malah menghentikannya untuk memotong kerugian.

Membangun MVP untuk Aplikasi dengan Mengidentifikasi dan Memprioritaskan Fitur

Sangat penting memprioritaskan fitur pada MVP sebelum Anda memutuskan untuk mengembangkan MVP. Perhatikan semua fitur dan tentukan yang terbaik dan dibutuhkan oleh pelanggan. Siapkan daftar prioritas dan lakukan survei mulai dari diri sendiri. Buat beberapa pertanyaan sederhana yang mewakili pelanggan. Misalnya, apa tujuan Anda menggunakan produk ini?; mengapa harus ada fitur ini?; fitur apa yang ingin anda tambahkan untuk membuat produk ini lebih efisien di fase selanjutnya?. Periksa kembali kriteria yang akan membuat produk Anda sukses.

Pada survei tersebut, tetapkan kategori ‘harus dimiliki’, ‘bagus untuk dimiliki’, dan ‘tidak diperlukan’. Dari hasil identifikasi ini, akan diketahui fitur yang tepat pada MVP Anda.

Membangun MVP untuk Aplikasi dengan Melakukan Pemilihan Pendekatan MVP

Anda pasti tidak menginginkan MVP yang dibuat menjadi sebuah produk gagal. Lalu,  apa yang harus dilakukan untuk menghindari hal ini? Buatlah MVP yang dapat membuat kehidupan pengguna menjadi mudah. Tentukan target market Anda, atasi masalahnya, buat sebuah user experience yang baik, dan luncurkan MVP dengan cepat.

mvp minimum viable product mobile application development indonesia android developer ios 

Enterprise yang Menggunakan MVP dalam Pengembangan Aplikasi Mereka

Banyak perusahaan yang mengembangkan MVP pada produk mereka. Di antaranya adalah Spotify, Twitter, Groupon. Perusahaan ini sangat memahami kebutuhan dari target market mereka dan memenuhi kebutuhan itu dengan memiliki satu fitur utama.

[Baca juga: Inovasi Bisnis untuk Mengembangkan Perusahaan? Bisa dengan Aplikasi Mobile dan Teknologi Lainnya!]

 

Platform Crowdsourcing yang Menggunakan dalam Pengembangan Aplikasi Mereka

Platform crowdsourcing memanfaatkan bantuan dari masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat berperan dalam memberikan bantuan atau saran kepada suatu masalah yang dihadapi. Hal in sangat berguna untuk menekan biaya secara signifikan dan menghemat waktu dalam pengumpulan data untuk cakupan wilayah yang luas dengan hasil yang maksimal. Beberapa platform Crowdsourcing yang mengembangkan MVP adalah Kickstarter, Indiegogo, Kitabisa, KaryaKarsa, Kolase.

 

Itulah mengapa Minimum Viable Product penting untuk ditetapkan dan ditetapkan secara benar. Serta, bagaimana cara menentukan apa yang perlu menjadi MVP.


Novita adalah bagian dari Marketing & Communication GITS Indonesia.

Diani dan Hendy adalah Product Owner di GITS Indonesia.


 

Dalam proyek-proyek yang dikerjalan GITS Indonesia bersama klien perusahaan lain maupun produk sendiri, kami menetapkan MVP dan membangunnya. Salah satu contoh proyek kami adalah bersama Sarihusada (bagian dari Danone). Tentang proyek tersebut dapat dibaca di sini.

 


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More articles

Latest article

Implementasi REST API di iOS Development menggunakan Alamofire dan SwiftyJSON

iOS Development – Tentang REST API Bagi seorang developer, mungkin sudah tidak asing lagi...

GITS Expert Talks: Guide to Building a Learning Organization

In 1995, Peter Senge coined the term of a Learning Organization. He defines it as a company that facilitates learning of its...

GITS Webinar: How to Build UI UX Portfolio that Stand Out

Apa saja yang harus disiapkan UI/UX designer dalam membuat portfolio? Setelah kamu membuat UI design, lalu bagaimana cara mendokumentasikan...

12 Pelajaran dalam GITS 12 Tahun

GITS genap berumur 12 tahun pada 13 September ini. Ini juga tandanya saya sudah 2 tahun lebih 1...

Customer Loyalty Program yang Cocok untuk Masa Pandemi COVID-19

Customer loyalty program atau program loyalitas kepada pelanggan adalah tentang bagaimana menghargai pelanggan. Kemudian, pada akhirnya, pelanggan yang...