Menaklukkan Fungsi HR menggunakan Teknologi

HR atau Human Resource merupakan salah satu departemen yang hampir selalu ada di setiap perusahaan. HR memiliki peran dan fungsi dalam pengembangan Sumber Daya Manusia. Dalam pekerjaan, kita harus selalu siap atas segala risiko maupun konsekuensi yang akan didapatkan saat memutuskan sesuatu. Begitu pun di dunia HR. Tidak pernah terbayang sebelumnya saya mengambil peran dalam bidang ini. Belum banyak pengalaman bukan berarti tidak bisa belajar, kan? Hal itulah yang tidak membuat saya surut untuk berkarir di dunia Human Resources karena setiap pekerjaan adalah tantangan dan setiap tantangan akan membawa kita pada kesuksesan.

Maret lalu, saya mengikuti bootcamp bertema “The Future of Human Resources in Disruptive World”. Pada bootcamp ini, dibahas bagaimana fungsi HR harus terus berjalan beriringan dengan zaman yang semakin canggih. Saya bertemu dan berbagi pengalaman dengan pembicara luar biasa seperti Dudi Arisandi — Chief People Officer Tiket.com, Wisnoe Satrijono — Executive Vice President Change Management Office PT PLN (Persero), Hery Kustanto — HR Director Net TV, memberi saya pengalaman berharga dan ilmu yang tak ternilai.

Menurut Dudi,

menjadi digital hanya soal mindset.

Karena, dunia selalu berubah setiap waktu (hari, jam, menit, bahkan detik). Apakah kalian tahu, apa yang terjadi dengan internet setiap 60 detik? Inilah yang terjadi dalam 60 detik berdasarkan data penggunaan aplikasi.

Sumber: Data pengguna tahun 2014–2018 (oleh Dudi Arisandi)

Apa yang terjadi di sana?

Teori Maslow’s menyebutkan bahwa piramida kebutuhan dilihat dari puncak segitiga adalah Self-Actuation, Esteem, Social Needs, Safety & Security, lalu Wi-fi, dan Battery. Di dua piramida terakhir, bisa kita katakan juga

basically, for human in this era, likes matter more!

Like dan share menjadi lebih penting dan membuat seseorang mendapatkan feedback dari apa yang mereka tampilkan. Dapat dilihat bahwa era digital ini memberikan pengaruh dalam perubahan/transformasi. Padahal, 15 tahun ke belakang, aplikasi di atas bahkan tidak seeksis saat ini.

Lalu, Apa itu Transformasi HR Digital?

Berikut adalah poin-poin penjelasan apa itu transformasi HR digital

  • transformasi HR digital adalah proses perubahan prosedur operasional di HR menjadi otomatis dan berbasis data
  • ini mengenai tim HR menerima tantangan ganda, yaitu mentransformasikan operasional SDM di satu sisi dan mengubah tenaga kerja melalui cara kerja lain (Tren Sumber Daya Manusia Deloitte 2017)
  • jadi, alih-alih transformasi HR digital menjadi persoalan pada SDM, justru bagaimana metamorfosis ini melibatkan organisasi secara keseluruhan.

Bagaimana Transformasi dari Tradisional menjadi HR Digital?

Sumber: Slide Dudi Arisandi

Transformasi digital itu bukan tugas HR, tapi tugas organisasi, dan digitalisasi itu hanya soal pola pikir.

Seorang HR officer maupun seseorang yang bekerja di bidang HR harus bisa menjadi seorang intrapreneur yang memiliki pola pikir digital untuk dapat berkembang di era digital ini. Sebenarnya terdapat persamaan antara intrapreneur dan entrepreneur, yaitu sama-sama kreatif dan inovatif, gigih, disiplin, termotivasi, berinisiatif, menginspirasi, bersemangat, dan penuh energi.

Jadilah intrapreneur HR untuk membuat ekosistem kerja yang dinamis dan menginspirasi orang lain untuk mencapai tujuan mereka.

Menjadi seorang HR harus berani melangkah maju ke masa depan yang baru, artinya

  • dari menggunakan digital ke menjadi digital
  • dari berorientasi pada solusi sepihak menjadi keputusan bersama
  • dari perintah dan pengendalian menjadi memberikan kepercayaan dan keluwesan untuk berinovasi
  • dari sistem yang terintegrasi menjadi platform terpusat.

Kita dapat membuat sistem HR dengan sistem yang sudah ada maupun ide baru. Jangan sampai ada tagline ‘semua akan resign pada waktunya’. Saatnya mengubah pola pikir. Fungsi HR akan berjalan baik ketika didukung fungsi organisasi dan seluruh SDM yang ada di perusahaan. Menurut saya, HR itu bukan tentang posisi/profesi melainkan sikap dan tanggung jawab yang kita hadapi dalam menjalankan fungsi.

Jadi, bagaimana pandangan kalian tentang dunia HR?

Sekian bahasan mengenai HR digital; menaklukkan fungsi HR dengan teknologi. Nantikan bahasan selanjutnya tentang peran HR sebagai jembatan bagi kesenjangan generasi (Boomers, Xers, Milennial).

Referensi

Slide Dudi Arisandi — Chief People Officer Tiket.com (Building Digital Mindset for HR Leader)